Beranda / Artikel / Mengenal Demensia pada Lansia

Mengenal Demensia pada Lansia

Apa itu demensia, faktor risikonya, dan kiat CERDIK untuk mencegahnya.

Oleh Tim 247 Wulan Health & Care · 18 Oktober 2026 · Kesehatan Lansia

Menurut World Health Organization (WHO), lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas — kelompok umur yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupannya. Pada kelompok ini terjadi aging process atau proses penuaan, sehingga rentan mengalami penurunan kondisi dan berbagai penyakit.

Di antara berbagai kondisi tersebut, ada satu yang menjadi momok di masyarakat saat ini: demensia.

Apa itu demensia?

Demensia adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menimbulkan penurunan bertahap pada fungsi otak, sehingga mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi sehari-hari. Demensia sering memengaruhi memori jangka pendek, emosi, kemampuan berbicara, dan kemampuan motorik Orang Dengan Demensia (ODD).

Ilustrasi demensia

Seberapa besar masalahnya?

Setiap 3 detik, satu orang di dunia mengalami demensia. Diperkirakan sekitar 46,8–50 juta orang di dunia telah didiagnosis demensia, 20,9 juta di antaranya di Asia Pasifik, dengan sekitar 10 juta kasus baru setiap tahun.

1,2 jutaODD di Indonesia (2016)
2 jutaPerkiraan pada 2030
4 jutaPerkiraan pada 2050

Pada 2016, biaya demensia diperkirakan mencapai USD 818 miliar per tahun, dan diprediksi menjadi USD 1 triliun pada 2018 serta USD 2 triliun pada 2030 (Alzheimer’s Indonesia, 2019).

Bagaimana demensia menyerang otak?

Serangan dimulai di hippocampus, bagian otak yang mengendalikan ingatan. Plak atau sumbatan perlahan menghancurkan dan menyusutkan jaringan otak ini. Dari pusat ingatan, kerusakan meluas ke bagian pengelola bahasa, lalu pengendali pikiran logis, area emosi, dan berakhir di pusat indera. Proses penurunan ini dapat berlangsung selama 8–10 tahun.

Proses demensia di otak

Faktor risiko

Usia

Menurut riset, 1 dari 10 orang berusia 65 tahun berisiko mengidap demensia.

Jenis kelamin

Perempuan berisiko lebih besar. Kebiasaan melakukan banyak hal sekaligus dengan intensitas tinggi dapat berdampak pada ketidakseimbangan dan menurunkan kinerja otak.

Genetik

Sekitar 5–10% kasus dipengaruhi faktor genetik. Riwayat demensia di keluarga dekat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena demensia.

Pola hidup

Kurang aktivitas fisik, kolesterol tinggi, pola makan buruk, obesitas, merokok, alkohol berlebihan, hipertensi, dan diabetes melitus meningkatkan risiko.

Cegah demensia dengan kiat CERDIK

C
Cek kesehatan rutin, termasuk cek fungsi otak.
E
Enyahkan asap rokok.
R
Rutin aktivitas fisik, spiritual, serta stimulasi otak.
D
Diet seimbang. Utamakan 3J: Jenis, Jarak, dan Jumlah makanan.
I
Istirahat cukup.
K
Kelola stres dan bersosialisasi.
Merawat anggota keluarga dengan demensia? Tim 247 Wulan berpengalaman dalam dementia care — hubungi kami untuk konsultasi.

Artikel lainnya

Siap membantu keluarga Anda hari ini.

Ceritakan kondisi orang tercinta — kami bantu pilihkan program perawatan yang paling tepat.

Hubungi kami kapan saja +62 813-1174-4813 Chat WhatsApp Sekarang
Chat Kami